Rabu, 19 April 2017

B E R D Z I K I R


Menurut arti bahasa dzikir adalah mengingat Allah. Ulama tersohor Imam Nawawi dalam kitab Al Azkar mengatakan, " Para ulama sepakat bahwa berdzikir harus dengan hati dan lidah bagi semua orang. termasuk mereka yang berhadas, berjunub dan yang mengalami nifas. Tidak peduli apakah dzikirnya dalam bentuk tahlil, tahmid, takbir shalawat atau doa doa dan lainnya, kecuali membaca AlQur'an. Membaca AlQur'an diharamkan bagi mereka  yang berjumub, mengalami haid dan nifas. Namun mereka masih boleh membaca AlQur'an dalam hati dan mereka juga bolah medlihat mushaf ketika melakukannya. Dzikir yang terbaik adalah  yang dilakuikan dengan hati dan lidah.  Namun jika harus memilih diantara keduanya  maka dzikir dengan hati adalah pilihan yang lebih baik.



Kewajiban berdzikir & menghadlirkan Allah

Siapa saja yang diwajibkan berdzikir?  Orang orang beriman diwajibkan oleh Allah berdzikir dalam segala waktu dan keadaan dan melaksanakan berdzikir sebanyak banyaknya (Q.S. Al Ahzab : 41). Selanjutnya Dzikir kepada Allah dapat dilakukan sambil berdiri, duduk maupun berbaring (Q.S. Ali Imron 191). Dengan berdzikir kepada Allah  makla hati akan menjadi tenang (Q.S. Al Ankabut : 28).
Menurut Muhammad Mu'idinillah Basri dalam bukunya " 
Renungan dzikir dan do'a", dzikrullah adalah hadlirnya Allah dalam hati atau pikiran atau penyebutan Allah dalam lisan, atau mengingat Allah ketika lupa, atau menyebut dan menghadirkan Allah dalam hati, pikiran dan lisan agar tidak lupa.

Dzikir yang paling utama

Danial Zainal Abidin dalam bukunya Al Qur'an For Live Excellence , menulis bahwa dzikir dalam bentuk wirid, tahlil, tasbih, takbir,tahmid, istighfar dan bacaan Alqur'an dan yang lainnya adalah baik dan dituntut oleh  agama. Namun yang paling utama adalah mengingat Allah dengan melakukan perintah perintahnya dan meninggalklan segala  larangannya. (Bersambung)

Tidak ada komentar: