Senin, 17 April 2017

TERPERDAYA OLEH KEHIDUPAN DUNIA


Semuanya tahu dan maklum bahwa kehidupan manusia diatas dunia ini hanya satu kali. Banyak keindahan dan keelokan dalam dunia ini bahkan berbagai kesenangan dan kenikmatan, keinginan aneka nafsu syahwat, mulai dari harta benda, kedudukan, status dan  jabatan, kesenangan terhadap lawan jenis dan lain lain kesenangan dunia dengan segala permainannya. yang bisa direguknya Namun bersamaan dengan itu banyak manusia yang lalai dan lupa bahwa setiap saat sang maut bisa menghampirinya, kapan saja tidak ada yang tahu malaikat maut akan datang mencabut nyawanya. Padahal sebagai manusia apalagi orang yang beriman meyakini bahwa setiap perbuatan manusia akan dipertanggungjawabkan disisi Tuhan  di akherat kelak


Hidup digunakan untuk apa ?

Berapa lama umur manusia hidup didunia.  Ini tidak termasuk yang mati diusia anak anak atau muda. Apabila dirata rata manusia diakhir zaman ini rata rata umurnya adalah antara 80 sampai 90 tahun, setelah itu mati meninggalkan dunia yang fana ini. Kalau diefektifkan  dikurangi tidur dan lain lain yang digunakan untuk produktif saja maka umurnya tidak lebih dari 30 sampai 40 tahun  Lalu digunakan untuk apa hidup yang singkat yang hanya tidak lebih dari 40 tahun. Ini kalau manusianya meninggal diusia tua dan menjalani lansia.


Hidup adalah pilihan dan pilihan itu akan menentukan dimana tempat kita nanti. Hanya ada dua pilihan masu masuk Surga atau masuk Neraka. Hidup yang menuju selamat atau hidup yang menuju celaka. Ataukah  kita terperdaya dengan gemerlapnya kehidupan dunia ini, padahal gemerlapnya dunia ini hanyalah panggung sandiwara seperti nyanyian Ahmnad Albar.

Terperdaya kehidupan dunia...? 

Apabila hidup yang amat singkat inin hanya digunakan ujntuk mengejar materi, berebut kekuasaan dan jabatan, kemudian apabila sudah diperoleh diteruskan dengan hidup, berfoya foya, mencari kesenangan , memuaskan diri dengan mengumbar nafsu dan mereguk berbagai kesenangan/kenikmatan sesaat. Maka sungguh kehidupan yang demikian adalah kehidupan yang kosong, tanpa nilai, tanpa makna. Ia tertipu dan terperdaya oleh indah dan gemerlapnya dunia, namun jangan lupa bahwa itu menghanyutkan dan hanya berlangsung  sesaat setelah itu hilang sirna tanpa bekas, yang ada hanyalah nafsu yang ingin " nambah dan nambah" tanpa pernah ada kepuasan.

Ketika apa yang diinginkan tercapai, ia merasa beruntung, bangga menjadi orang kaya dan  "sukses" merasa senang dan bahagia, menganggap dirinya telah terkenal, unggul,  Padahal realitas yang dialaminuya tidaklah demikian. Kelihatannya saja seperti itu namun dalam hatinya tidak,  yang terasa adalah jiwa yang kosong, haus dan haus, kurang dan kurang. Karena yang dihadapi adalah fatamorgana. Kelihataannya air ternuyarta didekati pasir. Dikira Kesenangan ternyata kesedihan dan ketersiksaan' Kita Perhatikan firman Allah, dalam Al Qur "an :  Wamal hayaatad dunya illa mataaul ghuruur ( Sesungguhnya kehidupan dunia adalah kesenangan yang menjerumuskan).

Ingat Kisah Qarun dan Fira"un

Tentu pembaca pernah membaca atau m,inimal pernah mendengan kisah tentang Qorun, atau Fir'aun  manusia terkaya  dan tak tertandingi didunia pada zaman Nabi Musa, yang memamerkan dan membangga banggakan kekuasaan dan  kekayaannya, bagaimana kesudahannya...? Perhatikan firman Allah dalam AlQur'an  "Sesungguhnya Qorun adalah termasuk kaum Musa , maka ia berlaku aniaya terhadap merka dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah  orang yang kuat kuat. Ingatlah ketika kaumnya berkata padanya ' " Janganlah kamu terlalu bangga, sesungguhnya Allah tidak menyukai  orang orang yang terlalu membanggaklan diri (Q.S. Al Qoshash/28 : 76).
Apa yang terjadi dengan Qorun dan harta bendanya pada akhirnya seluruh hartanya hilang musnah ditelan bumi. Dan dia digolongkan manusia yang hina dina.





Tidak ada komentar: