jalanlurusbudiman.blogspot.com, Sebuah Blog Menuju hidup bermakna yang lebih baik. Proses menuju jalan lurus, memperoleh Ridho Allah SWT.
Jumat, 21 April 2017
RASA MALU ITU BAGIAN DARI IMAN
Ada fenomena dewasa ini yang bisa kita saksikan dalam masyarakat dimana pendapat dan kondisinya dibalik balik, bahwa rasa malu dan iman itu sudah diasumsikan sebagai dua kutub yang berbeda dan terpisah. Katanya mereka , kita mengaku beriman kepada Allah dan RasulNya tetapi itu tidak serta merta membuat kita malu untuk melakukan perrbuatan yang melanggar (baca dosa dan maksiyat). Sungguh ini adalah pendapat yang salah besar, darimana pendapat itu diperoleh' Itu adalah pendapat yang bersumber dari hawa nafsu.
Pengertian rasa malu dan Iman
Menurut ketentuan syareat, rasa malu itu tidak dapat dipisahkan dari iman yang ada dalam dada setiap muslim. Ibarat daging dengan kulit, selalu melekat dan lengket. Ketika rasa malu itu hilang maka sebagian imannya juga akan hilang. Sekilas dapat dikupas berikut ini.
Terlebih dahulu perlu dipahami dulu apa rasa malu itu ?
Rasa malu, menurut WJS Poerwadarminta dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia merasa sangat tidak senang (merasa rendah, hina dan sebagainya) karena berbuat sesuatu yang kurang baik. Sedangkan Iman
dalam kamus yang sama disebutkan bahwa Iman atau Keimanan adalah Kepercayaan atau keyakinan kepada Allah, berupa ketetapan hati, keteguhan batin. Dalam pengertian umumnya yang dipahami penulis
adalah pernyataan ikrar, yang berisi rasa yakin dan percaya bahwa tidak ada Tuhan yang wajib dan patut disembah kecuali Allah dan percaya bahwa Muhammad adalah Utusan Allah. Disamping itu juga percaya kepada Kitab kitab Allah, percaya kepada para Malaikat,percaya kepada para Nabi dan Rasul Allah, Percaya kepada Hari Akhir dan Percaya kepada Qodlo dan Qodar
Sifat malu adalah budi pekerti Islam dan ini merupakan tanda keimanan. Begitu juga sebaliknya seseorang yang beriman pasti memiliki rasa malu, yakni rasa malu melakukan perbuatan dosa dan maksiyat, malu melakukan pelanggaran syareat karena sudah berkomitmen dan berikrar dihadapan Allah.
Rasulullah telah memberi petunjuk dan pernyataan dalam hadits yang diriwayatkasn oleh Abu Nua'im dari Ibn Umar Rasulullah bersabda : " Rasa malu dan Iman itu adalah adalah dua hal yang selalu bergandengan . Jika diangkat (dihilangkan) salah satunya maka hilang pula yang l;ainnya."
Dari beberapa keterangan diatas dapat diperjelas ketika seseorang sudah menyatakan beriman berarti dia yakin kepada Allah dengan segala konsekuensinya. Ia takut dan taat kepadaNya. Sudah tertanam dalam hati sanubarinya , bahwa ia takut kepada Allah sehingga takut dan malu apabikla melakukan pelanggaran. Namun apabila dia melanggar, dengan berbuat dosa dan maksiyat, berarti dia tidak punya malu atau kehilangan rasa malu. Ketika rasa malu telah hilang berarti rasa malu itu telah lepas dari iman. Dan pada saat yang sama imannya juga lepas. Maka dikatakan dalam syareat ketika seseorang melakukan dosa maksiyat imannya terlepas .
Lebih lanjut dalam hadits yang lain Rasulullah bersabda : " Idzlam tastahi fasna' maa syi'ta yang artimya " Jika engkau tidak tahu malu maka berbuatlah sekehendakmu. "
Semoga Allah SWT memberikan petunjuk kepada kita. Amin.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar